Dengan mengenakan kemeja yang kau berikan padaku lima tahun lalu,terlihat jelas nanny tak butuh waktu lama untuk mengenaliku ditengah kepadataan aktifitas bandara saat itu,ditemani putera pertama mu kala itu umurnya masih 3 tahun aku benar-benar menjadi orang yang bahagia kala itu.
Sepanjang perjalanan menuju rumahmu tak henti tatapan ini menuju pada paras wajahmu dan terlihat senyummu pun terus terlontar seakan kau pun merasakan kebahagian ini.
6 jam perjalanan,tak sedikitpun lelah kami rasakan.pukul 24.00 Wita akhirnya tiba dirumahmu yang sederhana,aku terhentak kaget ketika tiba dirumahnya,semua keluarga nanny masih terjaga menantikan kedatangan ku,aku tak pernah membayangkan hal ini sebelumnya,aku begitu disambut dengan hangat kala itu.
keesokan paginya aku pun dipertemukan oleh kakek dan neneknya,dipertemuan singkat itu mereka memintaku untuk segera menikahi nanny dan tak akan mereka biarkan aku kembali ke kota asal ku jika aku belum menikahinya.kaget dan panik bukan kepalang saat itu,tujuan ku kekota itu hanya sekedar berlibur namun malah di suruh menikah,dari segi materi aku tidak siap apa apa.
Orang tua nanny mengatakan jika biaya akan ditanggung pihak wanita,wah beruntung sekali aku saat itu dan baiklah..hari jumat 3 hari setelah kedatangan ku akhirnya pernikahan sangat sederhana dilangsungkan,aku menjadi orang paling bahagia dimuka bumi hari itu.
setelah menikah.pada hari minggu akhirnya aku harus kembali ke kota asal karena habisnya masa cuti ku.sedih dan sangat berat aku harus meninggalkan lagi nanny,"aku belum bisa membawanya karena uang ku telah habis ku gunakan untuk membantu acara pernikahaan.
Terlihat airmata menghiasi kepergian ku kala itu,
setelah 4 jam perjalanan aku tiba di kotaku dan mengabarkan hal yang ku alami kepada seluruh keluarga,kabar ini disambut bahagia oleh semua keluarga, dan saat itu aku tidak pernah menyadari jika hal paling bahagia yang telah kualami adalah awal sebuah hal yang akan membuatku hancur berkeping-keping,ya itu adalah awal dari sebuah penderitaan panjangku...(bersambung)

No comments:
Post a Comment